Sabar Itu Indah

  1. (¯`*
  2. •.¸☆♥ Sabar Itu Indah Sahabatku ♥☆¸.•*´¯)Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhبِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

    Saudaraku..

    ♥Jika dakwah ibarat pohon, ada saja daun-daun yang berjatuhan
    Tapi pohon dakwah itu tidak pernah kehabisan cara untuk menumbuhkan tunas-tunas barunya
    Sementara daun-daun yang berguguran tak lebih akan menjadi sampah dalam sejarah
    Jangan pernah menyalahkan jalan ini
    Jangan menyerah karena lelah atau lemah
    Biarlah lemah mengejarmu sampai lelah
    Tetap istiqomah
    Semoga beratnya amanah menjadi satu titian menuju Syurga Allah.

    ♥Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini.
    Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian.
    Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan.
    Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini.

    ♥Orang beriman selalu punya ciri sendiri dalam menata hatinya
    Saat mendapatkan kesulitan ia tetap ceria
    Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin kalut dan jenuh
    Tapi tidak dengan hatinya yang selalu yakin
    Bahwa semua itu karena Allah masih sayang padanya

    ♥Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi
    Semangat juang yang tak pernah pudar
    Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka
    Boleh jadi usia mujahid yang membawa misi dakwah tersebut tidak panjang
    Tetapi cita-cita, semangat, dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka..

    Saudaraku,
    Aku tidak berharap jadi orang yang terpenting dalam hidupmu
    Karena itu permintaan yang terlalu besar
    Aku Cuma berharap suatu hari nanti
    Ketika kau mendengar namaku
    Kamu akan tersenyum dan bilang
    “Dia Sahabatku”

    Bagaikan terpaan mentari, cinta menyinari gelapnya hati
    Bagaikan hempasan ombak, cinta menyirami tandusnya iman
    Bagaikan desiran angin,cinta membelai lembut kerasnya jiwa
    Bagaikan kobaran api, cinta melahap kelemahan dan kesadaran diri
    Cinta bisa mengubahku menjadi cairan yang tenang.

    ♥♥
    Subhanallah, yang singkat itu WAKTU
    Yang dekat itu MATI
    Yang besar itu NAFSU
    Yang berat itu AMANAH
    Yang sulit itu IKHLAS
    Yang mudah itu BERBUAT DOSA
    Yang abadi itu AMAL KEBAJIKAN
    Dan yang terindah itu NASIHAT yang menyejukkan Hati

    Ketahuilah Hidup sangat indah jika segalanya karena Allah
    Dalam sakit teruji kesabaran
    Dalam perjuangan teruji keikhlasan
    Dalam ukhuwah teruji ketulusan
    Dalam tawakkal teruji keyakinan

    Mentari beranjak datang, malam berganti, siang menjelang
    Semoga langkah kita selalu dalam indahnya iman,
    indahnya Islam, dan indahnya ukhuwah
    Selamat berjuang di harimu saudaraku..

    Untukmu ! semoga Allah Sang Pengasih mencurahkan sayangnya yang tak terkira.
    Melindungimu, menjagamu, menemani setiap gerakmu
    Membentangkan cintanya yang Maha luas
    Untukmu ! Allah bersamamu.

    ♥♥
    Ketika wajah ini penet memikirkan dunia, maka berwudhulah
    Karena tangan ini letih menggapai cita-cita, maka bertakbirlah
    Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah
    Ikhlaskan semua dan mendekatlah padaNya
    Agar tunduk disaat yang lain angkuh
    Agar teguh disaat yang lain runtuh
    Agar tegar disaat yang lain terlempar

    Teman yang baik adalah saudara yang tulus mendoakan dan mengingatkanmu pada Allah
    Dia yang mengenal dirimu dan senantiasa menjaga ukhuwah
    Memberikan ketenangan saat bersamanya
    Ada inspirasi amal shaleh saat memandangnya
    Dalam diamnya ia mendoakan
    Dalam senyumnya ia menenangkan
    Dalam tawanya ia menumbuhkan keceriaan
    Dalam rengkuhannya ia menghadirkan semangat
    Dan dalam nasihatnya ia bangkitkan kerinduan
    Sudahkah kamu temukan teman itu ?

    ~Indahnya Ukhuwah karena-Nya~

    Saudaraku, silahkan di tag/share, silahkan bantu tag sahabat yang lain,semoga bermanfaat.

  3. Indahnya Sabar : Bekal Sabar tidak Pernah Habis

    Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha. Tetapi, sabar bukan pula perjuangan tanpa hasil. Sabar adalah taman kesejukan diantara ikhtiar maksimal dan tawakal total. Sabar adalah perwujudan keyakinan kuat akan janji Allah.

    Dengan sabar, hati begitu percaya, bahwa Allah akan segera menyambut niat dan keinginan tulus seorang hamba.

    Apa jadinya jika hati dipenuhi oleh sergapan ambisi dan pemaksaan kehendak?
    Tenaga habis, dan niat suci pun hangus oleh obsesi dan prasangka buruk kepada Allah.

    Tiada kondisi yang paling indah, kecuali menyelipkan sabar; baik dikala senang maupun susah, kaya maupun miskin, senggang maupun sempit.

    Sebagaimana janji Allah, bahwa hanya hamba-Nya yang istiqomah dan mantaplah yang mampu bersabar, dalam mengarungi kehidupan. (less)

    Segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang yang mengingat-Nya,
    Segala puji bagi Allah yang tidak akan menyia-nyiakan orang yang berharap pada-Nya,
    Segala puji bagi Allah yang tidak merasa payah karena orang bertawakal kepada-Nya,
    Segala puji bagi Allah yang terpercaya,
    Segala puji bagi Allah tempat menggantungkan harapan,
    Segala puji bagi Allah yang membebaskan derita dan bencana yang menimpa,
    Segala puji bagi Allah yang membalas kebaikan dengan kebaikan,
    Dan segala puji bagi Allah yang menganugrahkan keselamatan bagi orang yang SABAR.

    Indahnya Sabar

    Pada suatu hari, burung-burung berkicauan, ada yang bekerja, ada yang bergembira.. indahnya pemandangan yang dilatari sawah padi yang menghijau saujana mata memandang.

    Mendamaikan mata yang melihat dan menyejukkan hati yang menikmatinya. Subhanallah. Meskipun begitu, Usop masih termenung keseorangan di tepi parit ditemani kesedihan dan kekesalan sambil matanya terarah kepada Pak Jabit yang sedang memancing.

    “Termenung apa tu Usop?!” Pak Jabit menegurnya.

    “Tiada apa-apalah Pak Jabit, sedang melayan hati yang lara je ni..”

    “Laaa tengah sedih ke? Kenapa? ‘Ce cite ce cite’,” soal Pak Jabit sambil tersengih melihat gelagat Usop.

    “Panjang ‘cite’nya Pak Jabit.. Saya cuba pendekkan ye.. Saya sebenarnya benar-benar terguris dengan sikap Hussien. Hussien telah memburuk-burukkan diri saya kat orang kampung meskipun saya selalu bersangka dan berbuat baik pada dia. Pernah dulu, orang kampung ada yang memburuk-burukkan nama Hussien tetapi saya sebagai seorang kawan menafikan tohmahan-tohmahan itu.. tetapi sekarang.. hm.. ‘sabor jelah’,” balas Usop menceritakan hal yang membuatkan hatinya kecewa.

    Pak Jabit terus mendekati Usop sambil membawa beberapa ikan yang berjaya ditawannya.

    “Usop, tersenyumlah! Meskipun dalam senyuman itu mungkin tersimpan kelukaan hati, tersorok kesakitan jiwa. Kesenangan, kebahagiaan, kegembiraan, kesedihan, kekecewaan dan kedukacitaan adalah sesuatu yang biasa dialami manusia. Apabila memperolehi sesuatu yang menggembirakan daripada keenakan dunia maka manusia akan berasa senang dan gembira.

    Sebaliknya ketika mendapat sesuatu yang tidak diingini maka manusia merasa sedih dan kecewa. Kamu tidak perlu terkejut ketika menghadiahkan sebatang pena kepada seseorang, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemuhan kepada kamu dan kamu juga tidak perlu terkejut dengan apa yang terjadi ini.

    Inilah sikap manusia. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah sentiasa bersama kita. Berharaplah pada redha Allah semata-mata. Nescaya Usop mesti tak kecewa.

    Sebab apa? Sebab Allah tidak pernah mensia-siakan segala kebaikan yang kita buat walaupun seberat zarah sepertimana firman-Nya dalam surah az-Zalzalah ayat 7 dan 8;

    “Maka barangsiapa mengerjakan kebajikan seberat zarah, nescaya dia akan melihat(balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, nescaya dia akan melihat(balasan)nya. Malah jika kita ikhlas berbuat kebaikan semata-mata kerana-Nya diganjarkan pahala kepada kita.”

    Baikkan Allah?”

    Usop mengangguk tanda setuju..

    “Tidak seperti manusia. Kadang-kadang macam situasi Usop ni. Seolah-olah melepaskan anjing yang tersepit, tetapi apapun Usop, tidak perlulah bersedih mengenangkan peristiwa yang sudah lalu kerana angin pun akan terus berhembus ke depan dan air pun terus mengalir ke depan..

    Jadi lagi baik Usop sabar dan terus tabah. Pandanglah ke hadapan, usirkanlah kesedihan. Allah Yang Menciptakan segala-galanya pun ditohmah dengan berbagai-bagai tohmahan oleh manusia tidak berakal yang ingkar kepada-Nya. Nabi Muhammad S.A.W yang mulia itupun ada yang membenci serta mengejinya.

    Inikan pula kita yang hanyalah seorang hamba-Nya yang biasa, yang pasti penuh kekhilafan. Anggap sajalah segala apa yang dikatakan Hussien itu satu kritikan yang membina. Anggap saja ini teguran dari Allah.

    Jangan bersedih, kerana kesedihan kamu terhadap musibah ini akan melahirkan pelbagai musibah lainnya. Ketika kamu sedih dengan perkara ini, bukankah kesedihan itu hanya akan menambah kedukaan kamu itu?

    Bersabarlah walaupun hatimu disakiti. Maafkan sahajalah si Hussien tu. Janganlah biarkan kegundahan yang disebabkan pandangan manusia kepada kita terus menyedihkan kita tetapi hakikat yang patut kita sedar pandangan Allah kepada kitalah yang perlu dan sangat kita gundahkan.

    Insya-Allah apabila Allah redha pada kita, hati pasti lebih bahagia?” Sambung Pak Jabit untuk menenangkan hati Usop.

    “Terima kasih Pak Jabit! Alhamdulillah tenang hati saya mendengar nasihat Pak Jabit ni. Tidak macam doktor pencen, macam ustaz Pak Jabit ni.” Ujar Usop sambil tersenyum memandang Pak Jabit.

    “Sama-sama.. bukan ustaz.. Alhamdulillah apa yang Pak Jabit belajar dari ustaz-ustaz, Pak Jabit kongsikanlah pada kamu. Ini pun Pak Jabit masih seorang doktor lagi lah ni. ‘Doktor hati’ yang sedang merawat kamu. Merawat hati yang kecewa dek tingkah laku manusia hingga lupa ganjaran yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan membahagiakan.. Kamu pun, cubalah rajin-rajinkan sikit belajar agama. Ini tak… Asyik-asyik ‘english education je’… ok?”

    “Baiklah Pak Jabit, insya-Allah akan saya usahakan.”

    “Hmm…. tapi kan usop..,” Pak Jabit melontarkan satu persoalan.

    “Tapi apa? ‘Ce cite ce cite’..,“soal Usop penuh penasaran

    “Hmm. Pak jabit terfikir. Yelah. Terkadang rasanya sikap Hussien itu ada juga dalam diri ini. Usop hamba Allah, Pak Jabit juga hamba Allah dan semua insan tidak kira siapapun, sehebat mana pun dia, setinggi mana dia, tetap hamba Allah.

    Kita diberi pelbagai kenikmatan, diberi oksigen untuk bernafas, diberi tubuh badan yang sihat, dianugerahi akal, senang cerita semua nikmat Allah bagi pada kita.

    Tetapi kebanyakannya dosa, keingkaran dan kelalaian kepada dunia pula yang banyak kita balas kepada Allah. Selepas tu, kita kata pula kita hendak dan sangat menginginkan syurga-Nya.. Ya Allah, bila renung balik… Pak Jabit malulah pada Allah.. Malu semalu-malunya..”

    “Hmm betul tu Pak Jabit. Insaf pula rasanya… Ya Allah berapa banyaklah amalan kebaikan yang telah saya lakukan ini diredhai Allah..” Sambut Usop mengiakan celoteh Pak Jabit.

    “Sama-samalah kita muhasabah diri kita, yang baik kita tambah, yang tidak baik kita tolak. Sambil Pak Jabit menasihat kamu ni, Pak Jabit pun mengingatkan diri Pak Jabit sendiri yang penuh dengan kekhilafan. Moga Allah redha… dah jom balik, dah nak maghrib ni. Lepas ni jom siap-siap pergi berjemaah magrib di masjid..” ajak Pak Jabit.

    “Insya-Allah. Baiklah Pak Jabit.. ‘thanks’ bebenor lah ye,” sambut Usop sambil tersenyum simpul.

    Aku Masih Melihat

    Aku masih melihat
    Mereka duduk menghilai tawa
    Bersama mengharungi dunia penuh gembira
    Meskipun urusan ummah belum selesai

    Aku masih melihat
    Mereka menikmati hidangan penuh lazat
    Umpama tiada apa yang perlu dibimbang
    Walaupun musuh islam terus meratah darah

    Aku masih melihat
    Kesibukan mereka untuk dunia
    Umpama dunia itu segalanya
    Hatta masih ada dunia selepas dunia

    Aku masih melihat
    Kekasih berpegangan tangan
    Tiada segan, tiada silu
    Hingga lupa Allah sentiasa memerhati

    Aku masih melihat
    Islam sudah hilang serinya
    Islam diinjak penuh nista
    Namun penganutnya terus alpa

    Aku masih melihat
    Sudah kurang insan ghuraba’
    Umpama air kontang di musim kemarau
    Maka siapa yang mahu menjadi penyelamat

  4. Indahnya CintaNya, Sakitnya MurkaNya

  5. Tiada yang lebih indah melainkan hadirnya sebuah cinta
    Tiada yang lebih derita melainkan kehilangannya

    Memang sakit apabila kehilangan cinta manusia
    Tapi tidak sesakit apabila hilang CintaNya

    Sabarlah wahai diri
    Ada hikmah akan setiap apa yang terjadi
    Mungkin bukan itu teman untuk kau miliki
    Jika itu yang ditakdirkan Illahi

    Jika tidak layak untuk berdekat
    Sama ada sebagai pasangan mahupun sahabat
    Usahlah kau berasa ralat
    Itulah hadiah untukmu dalam bentuk sebuah rahmat

    Kau mempersoal apa di sebalik rahmat itu
    Soalan yang bisa saja membuatmu keliru
    Kembalilah pada Dia wahai hatiku
    Untuk memperolehi jawapan yang satu

    Cinta manusia boleh digalang ganti
    Tapi bukannya cinta Allahu Rabbi
    Usahlah engkau merosakkan diri
    Bersedih kerana cinta manusia yang belum pasti

    Wahai hati yang sedang bersedih
    Kembalilah kau pada Rabbmu
    Mahukah kelak kau lagi menanggung pedih?
    Apabila Dia berpaling mukaNya dari dirimu

    Dapatkanlah RinduNya
    Rebutkanlah RedhaNya
    Di mana yang hakiki adalah CintaNya
    Untuk kau bisa menuju HadratNya

    Buanglah sedihmu
    Buanglah dukamu
    Yakinlah pada Rabbmu
    Yang sentiasa mengasihimu

    Bukan cinta manusia yang patut kau dambai
    Bukan kegagalan mendapatkan cinta mereka yang patut kau tangisi
    Kehilangan CintaNya yang patut kau berhati-hati
    Itulah kesilapan besar yang kelak akan kau sesali

    Wahai diriku, dengarlah ini…

    Kehendak, hawa nafsu, mahupun godaan
    Itulah kerja dunia yang ALLAH berikan
    Usahlah kau menyalahkan ujian dan dugaan
    Sedangkan engkau sendiri terleka dengan syaitan

    Bukalah mata bukalah hati wahai diri
    Telah banyak yang dipersembahkanNya kepadamu
    Cinta manusia bisa memakan diri
    Yang hakiki CintaNya hanyalah Rabbmu

    Ya ALLAH Ya Rabb Ya Tuhanku
    Hati ini berterusan memohon cahayaMu
    Terimalah aku, usahlah Kau berpaling dariku
    Setiap hela nafasku hanya milikMu

    Rinduilah dan cintailah aku Ya ALLAH
    Kasihilah dan peliharalah aku selamanya
    Rahmatilah dan berkatilah aku Ya ALLAH
    Redhailah aku untuk selamanya ~

    Segenggam Tabah

    Ya Allah, Ampunkanlah aku kerana menafikan hati ini.
    ampunkan aku kerana menyiksa jiwa ini

    Ya Allah
    Sesungguhnya… Amat berat ujianMu
    Namun aku tetap menerimanya dengan hati yang redha

    Ya Allah
    Masih bersisa duka lalu
    Kini hadir luka baru… menghiris dalam ke atmaku
    Bukan aku merungut
    Cuma ingin ku adu.. Resah dadaku

    Ya Allah
    Sungguh ku tak mampu membasuh luka itu dengan air mata kurniaanMu
    Bukan kerna ku tak mensyukuri kehadirannya
    Namun luka ku itu terlalu pedih untuk ku basuh sekarang
    Biarlah luka itu kering dahulu
    Kemudian akan ku basuhnya dengan jernihnya air mataku
    Dalam sujud ku padaMu

    Ya Allah
    Ku mohon padaMu
    Kau kurniakanlah aku segenggam benih tabah
    Untuk ku semai menjadi sepohon kekuatan
    Yang berbuahkan semangat…

    Ya Allah
    Sungguh engkau lebih mengetahui apa yang terbaik untukku
    Aku hanya mampu melakukan yang terbaik
    Dalam berjuang merempuh medan dugaan ini
    Namun yang terbaik itu
    Hanya dariMu

    Ya Allah
    Aku mohon kepadaMu
    Berikanlah aku secebis ketenangan
    Untuk ku jadikan bekal di dalam perjuangan

    Ya Allah
    Aku bersyukur kepadaMu
    Kerana dalam jutaan manusia
    Engkau memilihku untuk menghadapi dugaanMu

    Hakikat sebuah Ujian…

    Suasana hening di pagi hari menyeliputi Hospital Tengku Rahimah, Klang. Burung-burung terbang bebas dan berkicauan sesuai dengan fitrahnya. Matahari sudah meninggi menyinari alam, sesuai dengan fitrah penciptaannya. Dan segerombolan manusia sudah bersedia memulakan hari baru, sesuai dengan fitrahnya.

    Begitu jugalah Umar, urusan penjagaan isterinya di Hospital Tengku Ampuan Rahimah sudah menjadi rutin seharian baginya. Atas dasar terlalu mencintai isterinya, Umar sanggup mengambil cuti tanpa gaji dan menangguhkan hasratnya seketika menyambung pengajiannya di peringkat doktor falsafah. Semuanya demi isterinya yang tersayang, penguat dikala lemah dan penghibur dikala senang.

    Perlahan-perlahan Umar duduk disebelah isterinya, “Masih tidur?” monolog hati Umar. Digapainya Al-Quran kecil disebelah isterinya, dan memulakan bacaan dengan nada yang perlahan bimbang menganggu waktu rehat isterinya. Bait-bait ayat dihayati dan membuatkan air mata Umar menitis tanpa disedari.Tiba-tiba suatu suara yang sangat dikenali menegurnya

    “Bang, kenapa abang menangis” tegur isteri Umar sambil mengusap air matanya

    “Sayang dah bangun, tak ada apa-apa sayang” jawab Umar sambil memegang tangan zaujah kesayangannya.

    “Abang kalau penat baliklah dulu, Mai boleh jaga diri.” dilihat mata suami kesayangannya yang sentiasa berada disisinya.

    “Abang okay, abang sanggup abang yang sakit dari sayang. Kenapa Allah bagi ujian seberat ini?” keluh Umar sambil air matanya bercucuran. Jiwa Umar tidak tenteram sejak isterinya disahkan menghidap Sirosis,kerosakan hati.

    Humairah memandang suami, diusap wajah suaminya “Abang, sepatutnya abang bangga sebab Allah berikan penyakit ini pada Mai. Ini anugerah ujian yang sangat besar dan tanda Allah sayangkan Mai dan Abang.” Diambil Tafsir Al-Quran kecil itu dari tangan suaminya, dan diselak setiap helain dan kemudian diberikan semula kepada Umar dan kini mata Umar tertumpu kepada satu ayat

    Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu dugaan)?Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu sebelum mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang benar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahui-Nya akan orang-orang yang berdusta. [Al-Ankabut: 2-3]

    “Abang, kita ini hanya hamba Allah. Ujian ini adalah medan terbaik untuk kita mengumpulkan pahala” tambah Humairah lagi. Semakin deras manik-manik air mata membasahi pipi dan saat itu terlintas di dalam hati Umar

    “Allah tidak memberi kesusahan seseorang hamba melainkan apa yang terdaya olehnya.”
    [Al-Baqarah: 286]

    Kata-kata Humairah sangat memberi kesan kepada dirinya. Humairah Al-Qibtiyah wanita yang dibesarkan dalam kondisi tarbiyah. Dia sangat sayangkan Allah,Rasulnya dan Agamanya. Di dalam apa jua ujian yang mendatang kepadanya, sikap bersangka baik dengan Allah dan sentiasa melihat perkara dari kaca mata tarbiyah menjadikan dia seorang wanita yang sangat disenangi. Kemunculan Humairah dalam Umar, menjadi pelengkap kepada dua hati yang tertaut kerana Allah.

    Kadangkala kita terlalu memandang berat sebuah ujian yang menimpa tanpa melihat hikmah atau hakikat sebuah ujian. Percayalah, bahawa ujian merupakan tanda kecintaan Allah kepada hambaNya dan beruntunglah sesiapa yang mengetahui hakikat sebenar ujian dalam kehidupan.

    Kun Fayakun…..

    Hati tertanya-tanya, Mulut membisu tanpa kata dan diam terus mengisi diri..

    Ilham pergi..
    Mulut terkunci..
    Jiwa mati..
    Hati hilang..
    Kosong..

    Dalam syahdu rahmatNYA datang,
    Penuh sempurna kasihNYA menyapa..
    Tika hati kosong salamNYA menyembuh..
    ZikirNYA terapi hati..
    SujudNYA penenang jiwa,
    Dalam kelam beroleh cahaya..
    Moga keimanan temui kejayaan..
    Moga hati istiqamah dalam iman..

    Walau diri sering mengabaikan kasihNYA,
    Walau hati tidak tulus dan setiap dalam waktu sujud kepada Pencipta..
    Ditemani gangguan nafsu..
    Dikelirukan dengan perkara lagha..
    Namun, sinarNYA tetap menyembuhkan hati..
    KasihNYA tetap menyuburkan jiwa,
    RedhaNYA tetap menyuluh jalan keimanan..
    Moga hati terus bersyukur..

    Ya Allah, ampuni dosaku..
    Ampunkan silap dan kelalaianku..
    Kurniakanlah aku maghfirahMU..
    Kurniakanlah aku keimanan teguh agar dapat menjadi khalifah berjasa di bumiMU..
    Jadikanlah aku insan yang bermanfaat,
    Dan menyeru amal makruf nahi mungkar..
    amin..

    “KunFayakun..
    Jika ALLAH menghendaki sesuat hanya berfirman: ‘Jadilah’..; maka jadilah ia..”
    (Surah Yassin; hujung ayat 82)

    Syahid Cinta…

    Tatkala aku sendiri
    Merenung kembali sejarah nabi

    Melihat pertumpahan darah
    Dari semua para syuhada’

    Yang terus bertempur tanpa menghiraukan luka sendiri
    Demi agama Allah dan cintanya
    Terhadap Rasulullah yang tidak bertepi

    Tatkala malam mengundang
    Rasa sayu mula bertandang
    Bagaimankah aku bisa diam?
    Terus terlena dibuai mimpi indah
    Sedang hatiku gusar dan gundah
    Bagai kehilangan seri warna ini.

    Tatkala aku berdiri
    Aku kini semakin pasti
    Tentang apakah perasaanku selama ini
    Apakah keinginan dihati
    Mataku jelas melihat
    Syurga yang sedang menanti
    Setelah aku syahid nanti

    Ya Allah!
    Aku para pejuangMu
    Bangkit demi agamaMu
    Tubuhku tercalar dihunus pedang musuhMu
    Ramai wanita yang menjadi balu DemiMu
    Kini aku hadir di medan tempurMu
    Menempah syahid yang dah lama aku rindu

    Allahuakhbar!
    Allahuakhbar!
    Allahuakhbar!

    Kini jasadku rebah ke bumi
    Ku dengar tangisan anak dan isteri
    Namun hatiku tenang bersemadi
    dan kepadaMu jua tempat aku kembali
    Kiasan cinta ini
    Dari pecinta syahidMu.

    Mengharap RidhoMu

    Detik pertemuan antara kita,

    Tidak direncana.

    Ianya seperti mimpi,

    Yang baru menjadi realiti.

    Ku harap redha Ilahi,

    Agar dipelihara kesucian hati,

    Seandainya bicara sepi ini

    menjadi penghubung bicara,

    ku terima dengan hati terbuka.

    Ku berserah, ku bersujud,

    ku bersyukur, ku bertahajud….

    Atas segala ketentuanmu…. Ya Rabbi….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: