Tentang Barokah


ADAB

Diupdate terakhir: 10 Februari 2003

Tentang Barokah & Rahmat

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya ingin mengajukan pertanyaan sbb :

1. Apa yang dimaksud dengan barokah, barokah Allah & hidup yang barokah?
2. Apa yang dimaksud dengan rahmat, rahmat Allah & hidup yang dirahmati Allah?
3. Bagaimana ciri-ciri/kondisi orang yang diberkati dan dirahmati Allah SWT?
4. Bagaimana kiat-kiat/ikhtiar agar hidup kita diberkahi & dirahmati Allah?

Syukron, jazzakumullahu khoiron katsiiro

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Medy Satria

Jawaban:

Assalamu’alaikum wr. wb.

  1. Barokah didefiniskan : adanya kebaikan yang sifatnya ilahi dalam suatu perkara atau tindakan. Dengan demikian barakah tidak bisa terlihat langsung secara indrawi dan lahiriah namun terkadang bisa terasakan. Sesuatu yang dirasakan mempunyai nilai tambah padahal lahirnya tidak atau malah berkurang, dikatakan mempunyai barokah. Contohnya harta yang dizakati, lahirnya ia berkurang namun pada hakekatnya ia mempunyai barakah atau diberkati, karena kekurangan tersebut terkadang secara tidak langsung mendatangkan rizki yang lain. Melakukan seuatu tanpa membaca basmalah secara lahir tidak berbeda dengan melakukannya dengan membaca basmalah, namun dengan basmalah ada nilai tambah yang tidak terlihat tapi terkadang terasakan, itulah barokah.

  1. Rahmat artinya kebaikan dari Allah, baik yang sifatnya lahir maupun batin, atau bisa juga diartikan kasih sayang Allah. Maka sebenarnya redaksi dirahmati Allah, kurang begitu tepat sebab seakan ada penghususan, padahal semua yang yang kita miliki tidak lain adalah karena rahmat Allah. Rahmat juga diartikan kehendak untuk memberikan kebaikan.

  1. Karena barakah sifatnya batin, maka ciri-cirinya tidak semua bisa kita lihat dengan indera. Terkadang keberkahan bisa dirasakan, misalnya mendatangkan manfaat yang lebih dari pekerjaan yang dilakukan atau sesuatu yang dimiliki. Contohnya soerang yang mempunyai ilmu meskipun sedikit tapi bermanfaat bagi masyarakat, ini termasuk tanda-tanda ilmu tersebut diberkati. Demikian juga harta yang bisa termanfaatkan untuk kemasalahatan yang lebih banyak merupakan tanda-tanda diberkahi. Ada harta yang meskipun jumlahnya banyak tapi tidak begitu berguna.

  1. Ikhtiar untuk mendapatkan barakah antara lain menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang agama, yang merugikan baik bagi agama atau masyarakat, memberikan hak-hak dari apa yang kita miliki, membaca basmalah ketika melakukan sesuatu dan berdo’a kepada Allah agar senantiasa diberkati dalam segala hal.

Semoga membantu. Wallahu a’lam bissowab.

Wassalam

Muhammad Niam

[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email Anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email Anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email Anda:

Menyebut Nama Allah di Kamar kecil
Seri ke-393, Selasa, 24 Desember 2002


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya pernah mendengar bahwa saat kita berada di dalam kamar mandi haram hukumnya apabila menjawab salam. Yang ingin saya tanyakan apakah ini benar? kalau benar surat atau hadis apa yang mendasari hukum ini? Bagaimana dengan wanita yang menggunakan kalung bertulisan Allah atau ayat al’quran, bolehkan masuk ke kamar mandi dan masih menggunakan kalung tersebut?

Sekian dan terimakasih

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Siti Rahmawati

Jawaban:

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ulama menuturkan beberapa kondisi dimakruhkan mengucapkan salam, yaitu :

  1. Kepada seseorang yang sedang sibuk dengan buang air besar atau kecil atau sedang di kamar kecil, mengucapkan salam hukumnya makruh dan menjawabnya juga makruh. Dalam riwayat Muslim dari Ibu Umar, seseorang mengucapkan salam kepada Rasulullah s.a.w. ketika beliau sedang kencing, beliau tidak menjawabnya. Dalam riwayat Abu Dawud Rasulullah memberi alasan “Aku tidak suka menyebut nama Allah kecuali dalam keadaan suci”

  1. Kepada orang yang sedang shalat atau adzan/iqamah. Bila menjawab maka batal shalatnya karena mengucapkan sesuatu selain bacaan shalat. Dalam kondisi shalat bila diucapi salam bisa menjawabnya dengan isyarat atau dalam hati, atau menjawabnya setelah salam. Orang yang sedang adzan tidak wajib menjawab salam.

  1. Kepada orang yang sedang tidur terlelap atau dalam keadaan ngantuk.

  1. Orang yang sedang mengunyah makanan atau sedang minum. Bila diucapi salam sebaiknya menjawab setelah selesai manelan makanan atau selesai minum.

  1. Kepada orang yang sedang mendengarkan khutbah Jum’at, karena diam dan mendengarkan khutbah hukumnya wajib atau sunnah.

  1. Kepada orang yang sedang membaca al-Qur’an. Bila diucapi salam orang tersebut sebaiknya menghentikan sejenak bacaannya dan menjawab salam. Demikian juga kepada orang yang sedang membaca talbiyah ketika ihram.

  1. Kepada wanita cantik yang belum kenal, karena disangsikan tujuannya.

  1. Kepada orang fasik yang tidak mau bertobat.

  1. Memulai salam kepada non muslim.

  1. Kepada orang yang sedang mabok atau gila dan tidak sadarkan diri.

Membawa kalung atau cincin yang tertulis tulisan al-Qur’an atau nama Allah ke kamar kecil hukumnya makruh. Dalam riwayat Tirmidzi dari Anas, Rasulllah s.a.w. senantiasa melepas cincinya ketika hendak masuk kamar kecil, karena cincin tersebut tertulis nama Allah.

Syafi’i dan Hanafi mengatakan makruh membawa al-Qur’an atau tulisan-tulisan suci walaupun hanya sedikit ke dalam kamar kecil. Ini termasuk mata uang yang tertulis nama Allah. Maliki dan Hanbali bahkan mengatakan haram, kecuali bila dikhawatirkan hilang bila ditinggal di luar.

Semoga membantu. Wallahu a’lam bissowab.

Wassalam

Muhammad Niam
Dari Fatawa Azhariyah, 1997

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: