Tipu daya Syetan


Tipu Daya Syaitan Pada Murid Sheikh Junaid Al-Bagdadi
*

Dipetik dari Tazkiratul Aulia (halaman 114)

Syaitan telah masuk ke dalam hati seorang salah seorang murid Sheikh Junaid dan membisikkan bahwa murid itu telah mencapai kesempurnaan dan tidak perlu lagi berteman dengan Aulia Allah.akhirnya Murid itu pun hidup menyendiri.

Suatu hari datanglah seorang temannya yang diutus oleh
Sheikh Junaid untuk mengunjunginya,diapun bercerita kepada temannya itu,bahwa dia telah dikunjungi oleh malaikat setiap malam hari dengan membawa unta yang berhiasan dan membawa dia melawat ke langit.

Sheikh Junaid pun kemudian menemui muridnya untuk menginap semalam bersama dengan muridnya itu.lalu Sheikh Junaid menyuruh muridnya itu berkata kepada malaikat yang dikatakan datang mengunjunginya itu dengan kata:
“Kamu pesuruh iblis!
Pergilah kamu jahannam !!!”

Murid itu pun mengucapkan kata itu ketika malaikat itu datang menemuinya.betapa kagetnya ia ketika melihat apa yang terjadi,karena Apa yang dikatakan malaikat dan unta itu pun lari dan hilang begitu saja, dan ternyata dirinya duduk di atas tong sampah yang berisi kerangka bangkai binatang yang berserakan di situ.

Akhirnya Murid itu pun bertaubat dan meminta perlindungan dari Sheikh Junaid. Sheikh Junaid pun berkata;
“Menyendiri bagi orang yang dalam permulaan menjalankan perjalanan (Thoriqat) adalah bahaya. Berdampingan dengan guru yang mursyid adalah perlu”.
*****

Jika murid Imam Besar Ilmu Tasawuf seperti Sheikh Junaid saja bisa diperdayakan oleh syaitan….bagaimana dengan mereka yang menyebut diri mereka Ahli Hakikat yang tinggi tetapi berguru dengan guru yang tidak dikenali asal-usul salsilahnya?

Ada yang sampai terpadaya dengan ketinggian kata-kata guru berkenaan sehinggakan melanggar batas yang telah ditetapkan oleh syariat Rasulullah,hingga kalau mau sholat cukup pakai niat saja, mengerjakan haji dengan tawaf mengelilingi pohon kayu.

Berhati-hatilah memilih jalan ini dan lihatlah siapa guru anda,agar anda tidak salah pilih guru kepada syaitan.Jadikanlah kata-kata dari seorang Aulia Allah ini sebagai panduan dalam memilih Guru Thoriqat,Shiekh(guru) itu boleh jadi di barat,tetapi beliau tahu keadaan muridnya di Timur.

Kelebihan yang harus dimiliki oleh seseorang guru tasawuf ialah dia mempunyai “KASFIL QALBI” (membaca hati murid) dan “KASFIL KUBUR” (mengetahui tentang keadaan orang yang mati dalam kubur).jika dia tidak mempunyai kelebihan ini, maka haramlah dia membimbing muridnya.
Dia tidak boleh menjadi guru tasawuf. Dia hendaklah tahu keadaan dunia dahulu dan sekarang.
****

‘Kami jadikan dia khalifah di bumi ini”.
Sesungguhnya hamba-hambaKu (yang beriman dengan ikhlas), tiadalah engkau (hai iblis) mempunyai suatu kuasa terhadap mereka (untuk menyesatkannya); cukuplah Tuhanmu (wahai Muhammad) menjadi Pelindung (bagi mereka). [Al-Isra’ : 65]

Jalan Syaitan Dalam menggoda Anak Adam
1. Dari sifat rakus dan Su’udhdhan (buruk sangka),dan harus di lawan dengan meningkatkan kepercayaan atas janji Allah,juga dengan sifat Qanaah(menerima apa adanya), dan untuk memperkuatkan perlawanan itu kita harus berpedoman pada kitab Allah dalam suaatu ayat yang artinya; “Tiada suatu pun melata di bumi ini melainkan dijamin oleh Allah rezekinya”.dengan begitu kita bisa mematahkan tipuannya.

2. Dari tingginya meraih cita2 dan khayalan(impian),maka harus di lawan dengan mengingat akan datangnya maut secara tiba-tiba,dengan berpedoman kepada ayat Allah yang artinya; ” Tiada satu jiwa pun yang mengetahui dimana ia akan mati”.dan dengan begitu kita dapat mematahkan tipuannya.

3. Dari keinginan istirahat dan nikmat, maka harus dihadapi dengan mengingat hilangnya nikmat dan beratnya hisab,dengan berpedoman kepada ayat Allah yang artinya;”Biarkan mereka makan dan bersuka-suka dan dilalaikan oleh angan-angan”. dan ayat lain yang artinya; “Tidakkah kamu lihat jika kami senangkan mereka beberapa tahun, kemudian tiba apa yang telah dijanjikan pada mereka, maka tidak berguna kemewahan dan kesenangan mereka”.Dan Dengan itu kita bisa mematikan tipuannya.

4. Dari membanggakan diri. Maka harus di hadapi dengan mengingat karunia dan takut pada akibat berdasarkan ayat Allah yang artinya; “Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang untung”., sedangkan kita tidak mengetahui kita ini termasuk ke dalam golongan yang mana.

5. Dari meremehkan kawan dan tidak menghargai orang lain. Maka harus dilawan dengan dengan menghormati orang lain,berdasarkan firman Allah yang artinya; “Kemulian itu Haq Allah dan Rasulullah dan orang-orang mukmin”.

6. Dari sifat hasud (dengki dan iri hati). Maka maka harus dihadapi percaya dengan keadilan Allah dalam membagi nikmat untuk makhlukNya berpandukan firman Allah yang artinya;”Kami yang membagikan penghidupan mereka di dunia”.Dan dengan begitu kita akan dapat mematahkannya.

7. Dari sifat Riya’ dan ingin pujian orang.Untuk mematahkannnya dengan sifat ikhlas dan berpedoman kepada firman Allah yang artinya; “dan barang siapa yang berharap akan bertemu pada Tuhan hendaklah beramal dengan amal yang sholeh dan tidak menyekutukan Tuhan dengan sesuatu apapun”. Maka dengan itulah kita akan dapat patahkan tipuan syaitan itu.

8. Dari sifat kikir (bakhil). Maka harus dihadapi dengan dengan mengingat bahwa semuanya milik Allah dan pasti akan di ambil kembali,atau semua yang di milikinya dapat dimusnahkan. Ini berdasarkan ayat Allah yang artinya; “Apa yang ada padamu akan rusak,binasa dan yang di sisi Allah tetap kekal”. Maka dengan itu kita dapat mengalahkannya.

9. Dari sifat sombong. Maka kita hadapi dengan sifat Tawadhu’ berdasarkan ayat Allah yang artinya; “Sungguh kami jadikan kamu dari lelaki dan perempuan dan kami jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya mudah kenal-mengenal, bahwa orang yang termulia di antara kamu ialah orang-orang yang bertaqwa”.Maka dengan itulah kita dapat kalahkan salah satu tipuannya.

10. Dari sifat Tamak. Maka kita menghadapinya dengan dapat merelakan semua yang ada di tangan manusia, dan hanya berharap kepada Allah berdasarkan ayat yang artinya; “siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah memberinya jalan kelauar dari segala kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”.

”Sesungguhnya hamba-hambaKu (yang beriman dengan ikhlas), tiadalah engkau (iblis) mempunyai sebarang kuasa terhadap mereka (untuk menyesatkannya); cukuplah Tuhanmu menjadi Pelindung”. [Al-Isra’ : 65]

”Dan sesungguhnya Iblis telah mendapatkan sangkaannya tepat terhadap mereka, yaitu mereka menurutnya, kecuali sebahagian dari orang-orang yang beriman (yang tidak terpedaya kepada hasutannya)(Saba: 20)

Semoga bisa menjadi pengingat bagi kita semua,amin..
Dan mohon maaf jika kata-katanya agak sulit di fahami..
Hikayat dari Ahli Tasawuf Wahab bin Munabih RA.
Dipetik dari Kitab Hikam Ibni Athoillah As-Kandari (halaman 25)

Seorang lelaki ahli ibadah dari Bani Israil telah berpuasa ia selama 70 tahun lamanya. Dalam tiap-tiap tahun, lelaki itu hanya akan berbuka pada dua hari raya dan tiga hari tasyrik.

Kemudian ia memohon kepada Allah Taala supaya diperlihatkannya bagaimana durhaka dan tipu daya syetan terhadap manusia.tapi setelah sekian lama menunggu ,keinginan dan niatnya untuk melihat syaitan tidak terkabulkan.lelaki tersebut berkata;
“Maka jikalau aku minta nyatakan atas kesalahanku dan dosaku antaraku dan Tuhanku, niscaya adalah terlebih baik daripada pekerjaannya(keinginanku) untuk melihat syaitan”.

Mendengar kata-kata itu,kemudian Allah Taala memerintah seorang malaikat kepada lelaki tersebut. Maka berkata malaikat kepadanya;
“Bahawasanya Allah ‘Azzawajalla telah menyuruhku kepadamu supaya menyampaikan firmanNya kepadamu yang bermaksud
“Kata-kata mu itu(untuk melihat kesalahan dan dosa) itu terlebih baik kepada Allah dari pada yang telah lalu daripada segala ibadatmu. Maka telah dibukakan Allah Taala akan penglihatanmu untuk melihat syaitan. Maka lihatlah olehmu akan dia(syaitan)”.

kemudian dilihat oleh lelaki tersebut berduyun-duyun bala tentara malaun (syaitan) di bumi ini dan tak seorangpun manusia,kecuali dikelilingi seperti keadaan lalat yang menggerumumi bangkai.

kemudian lelaki tersebut berkata;
“wahai Tuhanku….bagaimana bisa orang selamat dari keadaan ini?”.
Maka firman Allah Taala
“Warak”.
Teknik Dasar Dzikir Jiwa (Musyahadah)

Dzikir Jiwa atau lebih dikenal dengan MUSYAHADAH adalah satu ritual olah jiwa dan batin sebagai pondasi bagi semua Ibadah Mahdhoh (murni) seperti shalat dll bahkan seluruh sendi kehidupan agar lebih berbobot sesuai dengan Syari’at.
Hal ini perlu dilatih dengan tekun, sabar dan ihlas. Bisa juga dilakukan untuk mewujudkan hajat tertentu, sebagai booster atas shalat hajat yang didirikan untuk suatu kepentingan dan kebutuhan mendasar kita, dengan syarat hajat tersebut tidak menyalahi syari’at agama.
Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Membaca Niat/hajat dalam hati atau dilafalkan dengan kalimat sendiri yang dipahami.
2. Membaca Surat Al-Fatihah
3. Boleh ditambahkan bacaan Ayat Kursi dan al-Ihlas (Surat Pendek lain sesuai dengan hajatnya).
4. Pejamkan mata perlahan dengan tidak dipaksakan
5. Membaca dzikir Asmaul Husna dalam hati sekitar 2o menit (pilih sesuai dengan hajat, seperti: Ya Allah Ya Razzaq dll). Hal yang perlu diperhatikan saat melakukan dzikir adalah: a). Tanpa suara tapi penuh perasaan; b). Pasrah Total dan Bulat kepada Allah SWT.; c). Penuh harap yang kuat akan terkabulnya hajat tersebut.; d). Pikiran lepas, rasa ditingkatkan bahwa semuanya tergantung dan terserah Allah SWT.; e). Pusatkan rasa di tengah-tengah dada dengan tidak dipaksakan.; f). Pusar agak ditarik ke belakang.; g). Jangan terpengaruh oleh Suara dan Cahaya.; h). Bila terjadi hal aneh, tahan nafas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan untuk menetralisir, ulangi hingga keadaan normal kembali.; i). Jangan berdialog dalam hati dan hanya ingat Allah terus!.
6. setelah 20 menit bisa diakhiri dengan menarik dan menahan nafas sekuatnya kemudian dihembuskan ke seluruh tubuh dan telapak tangan untuk diusapkan ke wajah dan sekujur tubuh.
7. Tutup dengan bacaan Al-Fatihan dan Istighfar 3 atau 5 atau 21 kali.
Lakukan Musyahadah di atas minimal 2 kali sehari (setelah shalat Ashar dan Isya’) lebih utama ditambahkan setelah shalat malam dan shalat fardhu lainnya.
——– ooO(&)O00 ———-

Kesadaran harus diutamakan. Sadarlah bahwa maharuang itu zat mutlak, maka kita Allat Taala Jasad. Maharuang itu Zahir-Nya. Wajib laysa kamitslihi syai’un, artinya tidak ada seumpamanya dengan sesuatu apa pun.
Jadi kita ini bertubuhkan maharuang berjasadkan zat mutlak. Sadari saja kita di dalamnya. Apa saja di dalamnya tinggal ambil saja.
Wa mahyaaya wa mamaaty lillaahi rabbil aalaamin, ‘hidupku untuk Allah, matiku pun karena Allah, kembali pun kepada Allah’. Kalau sudah paham, tidak ada mati dengan tanda-tanda, dengan cara meniadakan apa pun. Tidak perlu macam-macam lagi karena sudah dengan Allah. Yang sangat penting diutamakan: sadar. Cukuplah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: